Langsung ke konten utama

Postingan

The King (remake) ; Part 108

  Sesuai dengan permintaan Ethan untuk menemuinya di perpustakaan istana setelah acara selesai. Nathaniel menunggu beberapa menit setelah acara selesai untuk memastikan tidak ada yang mengetahui kepergiannya (sesuai dengan permintaan Ethan juga yang meminta Nathaniel merahasiakan pertemuan mereka). Nathaniel sudah memastikan Naomi kembali ke kamarnya dan Felix sudah tidur diakhir chat mereka. Nathaniel juga memastikan bahwa tubuhnya baik-baik saja agar ia tidak membuat kegaduhan takut-takut jika ternyata ia masih merasakan sakit. Tapi itu mengingatkannya sekali lagi bahwa sentuhan yang Felix berikan padanya tadi membuatnya merasa lebih baik. Jujur saja ini sangat aneh. Nathaniel yakin bahwa Felix tidak melakukan apa-apa pada tubuhnya karena sebelum pria itu meninggalkannya; Felix masih menunjukkan wajah khawatirnya; itu tandanya sentuhan yang Felix berikan padanya hanya sentuhan biasa. Tidak bertujuan untuk menyembuhkan . Haruskah ia mengatakan ini pada Leofric? Tapi ... masih bany...
Postingan terbaru

The King (remake) ; Part 102

  "Kalau Pangeran Damian bisa kasih rasa aman ke lo, gimana?" Perkataan Felix malam lalu masih terpikirkan oleh Nathaniel sampai sekarang. Pasalnya ia tak bisa menjawab apa-apa karena merasa gundah dengan perasaannya sendiri. Nathaniel ingin meminta Felix untuk percaya padanya; bahwa ia tidak akan pernah berpaling darinya—tapi, atas dasar apa sehingga Nathaniel bisa seyakin itu mengatakannya pada Felix? Mungkin rasa khawatir Felix mirip seperti apa yang pernah Nathaniel khawatirkan. Ujungnya ini semua tertuju pada perasaan satu sama lain yang sampai sekarang tak bisa Nathaniel mengerti. Entah memang tidak ia mengerti atau Nathaniel sendiri yang masih menyangkalnya terus menerus. " Prince Nathaniel?" "Eh?" Nathaniel mengerjab sebentar—menyadari bahwa ia sekarang berada di tengah aula perayaan ulang tahun Raja Oliver yang sudah berlasung selama setengah jam ini—sebelum menatap ke arah Charlotte yang sedari tadi memanggilnya. Sang putri terlihat sedikit khawa...

The King (remake) ; Part 89

  KEESOKAN harinya Felix benar-benar menjemput Nathaniel di kamarnya untuk pergi ke dining room bersama, sesuai dengan pesan Naomi semalam. Tentu melihat pria itu (yang hari ini memakai pakaian empat lapis dengan syal melilit lehernya tak jauh beda dengan kemarin) sudah berdiri di depan pintu dengan senyum khasnya yang akhir-akhir ini melekat diingat Nathaniel. Senyum itu terasa menjengkelkan, ngomong-ngomong. "Selamat pagi, Prince Nathaniel," sapanya menelisik pelan Nathaniel —yang sudah memasang wajah jengahnya—dari atas sampai bawah. "Anda menawan sekali hari ini." "Tiap hari kali," responsnya sedikit judes kemudian menutup pintu kamarnya setelah mengatakan pada Naomi bahwa ia akan pergi ke dining room berdua saja dengan Felix. Nathaniel berjalan lebih dulu meninggalkan Felix yang sudah terkekeh melihat tingkah pria itu pagi-pagi. Kakinya mengejar Nathaniel yang sudah berbelok ke tikungan. "Jujur aja, gue kaget banget. Ternyata lo orang yang sama y...

The King (remake) ; Part 84

  TERNYATA benar apa kata Felix. Argata masih menjaga ciri khas Kerajaan Kuno abad lalu dilihat dari arsitektur bandara yang masih terkesan klasik dengan pilar-pilar besar serta ukiran artistik yang terkesan mewah dengan hanya sekali pandang. Tidak hanya dikejutkan dengan desain bangunan bandara, Nathaniel juga dikejutkan dengan kereta kuda yang sudah menunggu. Siap membawa rombongannya menuju Istana Argata yang katanya akan memakan waktu enam jam perjalanan dengan kereta itu. Ini adalah pertama kalinya Nathaniel menaiki kereta kuda. Kerajaannya sudah memasuki modernisasi sejak ia lahir sehingga kereta kuda seperti ini sudah ditinggalkan oleh kerajaannya dan beralih pada kendaraan bertenaga olahan minyak bumi. Tentu karena tak perlu memakan banyak waktu sehingga membantu para bangsawan mengefisiensi waktu. Meski demikian, pembelajaran berkuda tetap diikuti oleh para bangsawan dan Nathaniel sangat menyukai itu. Tapi tentu ada harga yang harus dibayar untuk itu semua. Nathaniel akui ...

169. The King

Jeongguk menatap gadis di hadapannya yang sedang meneguk segelas vodka setelah sesi makan malam mereka berakhir. Jeongguk pun melakukan hal yang sama, meminum cairan yang sama dengan Dahyun perlahan karena takut jika ia minum terlalu banyak akan membuatnya mabuk. Akan sangat bahaya jika sampai Jeongguk membuat dirinya mabuk, karena sampai sekarang, ia masih tidak tahu apa motif sang princess memintanya makan malam bersama.      Karena sedari tadi, gadis itu tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya berbicara seperlunya atau bertanya seadanya meskipun masih bersikap sangat ramah padanya. Tidak ada perbincangan yang serius di antara keduanya membuat Jeongguk makin curiga pada gadis itu. Tidak mungkin juga Dahyun mengajaknya makan malam tanpa sebuah sebab bukan?      Lantas, Jeongguk bertanya, " Princess Dahyun, boleh gue tanya satu hal sama lo?"      Dahyun menoleh pada Jeongguk di hadapannya lalu menyimpan gelas vodka miliknya pada meja. Melipat ke...

589. Softlens

Taehyung tidak menyangka jika ia benar-benar akan bertemu dengan bunda Jungkook hari ini seperti janjinya pada Jungkook tempo hari. Kekasihnya itu bilang, jika bunda meminta Taehyung untuk berkunjung ke apartemen Jungkook karena beliau ingin bertemu dengan calon menantu.      Jujur, saat bunda mengatakan itu di saluran telepon berhasil membuat jantung Taehyung berdebar dan pipinya memanas antara malu dan juga senang. Senang karena orang tua kekasihnya mau menerima Taehyung dan cukup bersyukur karena itu.      Sesuai janjinya, Taehyung sudah tiba di gedung apartemen tempat Jungkook tinggal. Memarkirkan mobilnya di basement lalu berjalan menuju unit apartemen sang kekasih sambil memainkan ponselnya untuk mengabari Jungkook jika ia sudah tiba di sana. Lagi-lagi perasaan gugup itu muncul di benak Taehyung meski sebenarnya Taehyung sangat tidak sabar untuk bertemu dengan bunda Jungkook. Ingin tahu, apakah bunda akan semirip Jungkook atau tidak? Apakah kepribadia...