KEESOKAN harinya Felix benar-benar menjemput Nathaniel di kamarnya untuk pergi ke dining room bersama, sesuai dengan pesan Naomi semalam. Tentu melihat pria itu (yang hari ini memakai pakaian empat lapis dengan syal melilit lehernya tak jauh beda dengan kemarin) sudah berdiri di depan pintu dengan senyum khasnya yang akhir-akhir ini melekat diingat Nathaniel. Senyum itu terasa menjengkelkan, ngomong-ngomong. "Selamat pagi, Prince Nathaniel," sapanya menelisik pelan Nathaniel —yang sudah memasang wajah jengahnya—dari atas sampai bawah. "Anda menawan sekali hari ini." "Tiap hari kali," responsnya sedikit judes kemudian menutup pintu kamarnya setelah mengatakan pada Naomi bahwa ia akan pergi ke dining room berdua saja dengan Felix. Nathaniel berjalan lebih dulu meninggalkan Felix yang sudah terkekeh melihat tingkah pria itu pagi-pagi. Kakinya mengejar Nathaniel yang sudah berbelok ke tikungan. "Jujur aja, gue kaget banget. Ternyata lo orang yang sama y...
Let’s make a door in your heart